Selamat Datang di blog Materi Pelajaran Komplit.. Semoga Bermanfaat

Materi Sejarah kelas X

BAB 3
TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA AKSARA
1. Tradisi Sejarah Masyarakat Berbagai Daerah Di Indonesia
Perkembangan aksara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh hubungan antara Indonesia dengan India. Hal tersebut dapat kita lihat dari perkembangan tulisan-tulisan awal yang ditemukan di Indonesia, yang tertulis dalam huruf palawa merupakan aksara yang berkembang pada masa dinasti palawa di India Selatan.
Disamping memakai huruf pallawa, tulisan di Indonesia juga masih menggunakan bahasa sangsekerta. Bahasa sangsekerta merupakan bahasa kuno yang dapat dipakai hampir di seluruh wilayah india. Perkembangan tulisan-tulisan awal yang pernah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

a. Kutai
Di dekat sungai Mahakam di Kutai, Kalimantan Timur, ditemukan prasasti yupa yang terdiri dari 7 buah yupa atau tugu batu.
Di dalam tugu batu tersebut dimuat tulisan yang menggunakan huruf pallawa dan bahasa sansekerta. Tulisan tersebut berisi penjelasan tentang persembahan kurban dari Raja Mulawarman kepada para brahmana yang telah menjalankan upacara ritual.

b. Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara, merupakan kerajaan yang terletak di wilayah Jawa Barat. Berdasarkan bukti tulisan yang ditemukan, dipastikan bahwa kerajaan ini berkembang pada abad ke-5masehi.
Prasasti yang ditemukan antara lain:
1) Prasasti Ciaruteun (Bogor)
2) Prasasti Kebon Kopi (Bogor)
3) Prasasti Jambu (Bogor)
4) Prasasti Pasir Awi (Bogor)
5) Prasasti Tugu (Cilincing, Jakarta)
6) Prasasti Muara Cianten (Bogor)
7) Prasasti Cidang Cianten (Bogor)

c. Sriwijaya
Kerajaan yang kita sering kenal sebagai kerajaan terbesar pertama di Indonesia ini terletak di wilayah Palembang, Sumatera Selatan.
Kerajaan ini merupakan kerajaan buddha yang terbesar di Indonesia. Hal tersebut dapat kita simpulkan dari bukti-bukti tertulis yang ada seperti prasasti Kedukan Bukit, Talang Tuwo, Talaga Batu, Kota Kapur, Prasasti Ligor, dan juga Prasasti Nalanda. Sebagian besar prasasti tersebut ditulis dengan huruf pallawa dan menggunakan bahasa melayu kuno. Prasasti-prasasti tersebut menuliskan tentang kebesaran raja-raja sriwijaya.

Dari prasasti yang berasal dari beberapa kerajaan tersebut dapatlah kita simpulkan, bahwa tradisi menulis di Indonesia awalnya hanya digunakan dikalangan kerajaan. Dalam pegrkembangan selanjutnya tradisi menulis dengan huruf pallawa ini akhirnya melahirkan huruf baru yang berkembang di indonesia, seperti huruf jawa kuno.

Perkembangan penulisan karya sastra tulisan indonesia dapat dikelompokkan menjadi empat masa yaitu:
a. Kesusastraan Mataram
Hasilnya antara lain Shang Hyang Kayahayanikan, dari masa pemerintahan Mpu Sindhok (929-947). Kitab ini menguraikan soal-soal dan ibadah agama Buddha Tantrayana.

b. Kesusastraan Zaman Kediri
Hasil-hasil kesusastraan zaman kediri antara lain:
1) Arjuna Wiwaha karangan Mpu Kanwa(1030) pada masa pemerintahan raja Airlangga.
2) Kresnayana karangan Mpu Dharmaja pada masa pemerintahan raja kameswara.
3) Bharatayudha (1157) Karya Mpu Seda dan Mpu panulu, yang mengisahkan tentang perang antara Janggala dan Kediri setelah meninggalkan Airlangga.

c. Kesusasteraan Zaman Majapahit I yang Menggunakan Bahasa Jawa Kuno
Hasil-hasil karyanya antara lain:
1) Negarakertagama karya Mpu Prapanca yang ditulis pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1365). Isinya tentang raja-raja Singosari dan Majapahit.
2) Sutasoma karya Mpu Tantular. Dalam kitab inilah terdapat istilah 'Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharmamangrwa' yang kini menjadi semboyan negara kita.

d. Kesusasteraan Zaman Majapahit II yang Menggunakan Bahasa Jawa Tengah.
Hasil-hasil karyanya antara lain:
1) Kitab Pararaton yang berisi tentang mitos (dongeng) dari Ken Arok sampai akhir Majapahit.
2) Bubhuksah, yang mengisahkan dua orang bersaudara, yakni Bubhuksah dan Gagang Aking yang mempunyai perbedaan mengenai cara-cara untuk mencapai kesempurnaan.

2. PERKEMBANGAN PENULISAN SEJARAH DI INDONESIA
Secara garis besar, peristiwa-peristiwa sejarah di Indonesia di kelompokkan menjadi tiga zaman yaitu:
Masa prasejarah atau sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha di indonesia. Pada masa ini Indonesia belum mengenal tulisan.
Masa proto sejarah atau masa sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha di indonesia. Masyarakat mulai mengenal tulisan namun belum dapat dibaca.
Masa sejarah atau masa setelah masuknya Hindu-Buddha di Indonesia. Masa ini dikenal adanya tulisan. Masa-masa yang dialami oleh masyarakat indonesia:
Masa berkembangnya Hindu-Buddha di Indonesiamasa ini berlangsung sejak berdirinya kerajaan kutai (sekitar abad ke-4 masehi) sampai runtuhnya Majapahit (sekitar abad ke-16 Masehi). Masa ini sering juga dikategorikan sebagai masa Sejarah Indonesia Kuno.
Masa berkembangnya pengaruh IslamBerlangsung dari masa berdirinya kerajaan Samudra Pasai (sekitar abad ke-13 Masehi) sampai kedatangan bangsa barat di Indonesia. Sering dikenal dengan Sejarah Indonesia Madya.
Masa kekuasaan kolonialYaitu antara abad ke-16 Masehi sampai sekarang. Dikategorikan sebagai Sejarah Indonesia baru. Masa ini dapat dibedakan lagi menjadi masa pergerakan nasional dan masa kemerdekaan sampai sekarang.

Dari sifat tulisannya, penulisan sejarah Indonesia pada awalnya lebih bersifat istana sentris, di masa kepentingan kerajaan (raja dan keluarganya) lebih dominan ditampilkan atau dilukiskan. Umumnya berisi tentang kebesaran dan kejayaan raja-raja. Memasuki masa kolonial, penulisan sejarah lebih didominasi oleh tindakan dan kepentingan politik kolonial.

0 Response to "Materi Sejarah kelas X"

Post a Comment